Kamis, 04 Februari 2021

Materi Ajar, Kamis, 04 Pebruari 2021

 Tema 7 : Peristiwa dalam Kehidupan

Subtema 2 : Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan

PB : 4

Tujuan Pembelajaran : 
1. siswa mengidentifikasi berbagai peristiwa dalam upaya pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan penuh tanggung jawab
2. siswa dapat mengetahui pola lantai tarian.
 
Muatan Terpadu : Bahasa Indonesia (3.5, 4.5), IPS (3.4,4.4), SBdP (3.3,4.3)
Proses Pembentukan NKRI

1. Pembentukan Kelengkapan Pemerintahan
Pada tanggal 18 Agustus 1945, PPKI mengadakan sidangnya yang pertama di Gedung Kesenian Jakarta.Sidang dipimpin oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta sebagai wakilnya.Anggota Sidang PPKI sebanyak 27 orang.

Melalui pembahasan secara musyawarah, sidang mengambil keputusan penting, antara lain sebagai berikut.
1. Mengesahkan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi RI.
2. Memilih presiden dan wakil presiden, Ir. Soekarno sebagai Presiden RI dan Drs. Mohammad Hatta sebagai Wakil Presiden RI.
3. Tugas presiden untuk sementara waktu dibantu oleh Komite Nasional.PPKI melanjutkan pekerjaannya guna melengkapi berbagai hal yang diperlukan bagi berdirinya negara dengan melaksanakan sidang pada tanggal 19 Agustus 1945. 

Dalam sidang kedua, PPKI menghasilkan keputusan, antara lain sebagai berikut.
1. Menetapkan dua belas kementerian yang membantu tugas presiden dalam pemerintah.
2. Membagi wilayah Republik Indonesia menjadi delapan provinsi, yaitu Provinsi Sumatra, Provinsi Jawa Barat, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sunda Kecil, Provinsi Maluku, Provinsi Sulawesi, dan Provinsi Kalimantan

2. Pembentukan Komite Nasional Indonesia
PPKI kembali mengadakan sidang pada tanggal 22 Agustus 1945 yang memiliki agenda pokok tentang rencana pembentukan Komite Nasional dan Badan Keamanan Rakyat.Komite Nasional dibentuk di seluruh Indonesia dan berpusat di Jakarta.Tujuannya sebagai penjelmaan tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia untuk menyelenggarakan kemerdekaan Indonesia yang berdasarkan kedaulatan rakyat.

3. Pembentukan Alat Kelengkapan Keamanan Negara
Dalam rapat Pleno PPKI pada tanggal 22 Agustus 1945, diputuskan pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR).BKR ditetapkan sebagai bagian dari Badan Penolong Keluarga Korban Perang (BPKKP) yang merupakan induk organisasi dengan tujuan untuk memelihara keselamatan masyarakat, serta merawat para korban perang.

4. Pembentukan Lembaga Pemerintahan di Seluruh Daerah di Indonesia
Bentuk pemerintah daerah di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18 (sebelum diamandemen). Pasal tersebut berbunyi: Pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undang-undang dengan memandang dan mengingat dasar musyawarah dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa. Berdasarkan bunyi pasal tersebut, berarti daerah Indonesia akan dibagi dalam daerah provinsi. Setiap daerah provinsi akan dibagi pula dalam daerah yang lebih kecil.
Peristiwa sebelum, saat, dan sesudah Proklamasi juga melahirkan tokoh-tokoh yang sangat berjasa bagi bangsa dan negara.Dengan jiwa rela berkorban dan pantang menyerah serta gagah berani, mereka berdiri di barisan terdepan untuk memperjuangkan kepentingan bangsa dan negara.Selain tokoh Dwitunggal, yakni Ir. Soekarno dan Drs. Moh.Hatta, juga kita kenal Amhad Soebarjo.Dia juga sangat berjasa dalam perumusan dan penyusunan naskah Proklamasi.
Ahmad Soebarjo
Ahmad Soebarjo lahir di Karawang, Jawa Barat pada tanggal 23 Maret 1897.Beliau dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan bersahaja.Peran yang menonjol adalah ketika beliau ikut menjadi Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta yang menjadi cikal bakal Pembukaan UUD 1945.Beliau juga menjadi penengah antara golongan muda dan golongan tua ketika terjadi perbedaan pendapat. Perbedaan itu muncul ketika akan menentukan waktu pembacaan Proklamasi.


Ahmad Soebarjo juga dikenal sebagai tokoh perumus naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Beliau diperintahkan oleh Ir. Soekarno untuk mengutip kata-kata dari Piagam Jakarta terutama bagian pembukaannya, yaitu “Atas berkat rahmat Allah maka rakyat Indonesia menyatakannya kemerdekaannya”.Kalimat tersebut diminta untuk dijadikan kalimat pembuka naskah Proklamasi.Pada akhirnya, disepakati kalimat pertama pada teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia adalah “Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia”.Kalimat ini berasal dari kutipan alinea ketiga Piagam Jakarta.
Budaya Indonesia adalah seluruh kebudayaan nasional, kebudayaan lokal, maupun kebudayaan asal asing yang telah ada di Indonesia sebelum Indonesia merdeka pada tahun 1945.Beberapa unsur kebudayaan Indonesia antara lain sebagai berikut.
1. Religi/Kepercayaan
Di Indonesia, diakui adanya enam agama resmi, yaitu Hindu, Buddha, Islam, Katolik, Kristen, dan Konghucu. Semuanya dapat mengembangkan sikap tolerensi dan kerukunan.

2. Mata Pencaharian
Keragaman alam di Indonesia menyebabkan mata pencaharian masyarakatnya juga beragam.Sebagian penduduk Indonesia menjadi petani karena memang tanahnya subur.Sementara itu, orang-orang yang tinggal di tepi sungai atau pantai mengandalkan perikanan sebagai mata pencahariannya.Lalu, ada pula yang menjadi pedagang, peternak, pekerja jasa, atau mata pencaharian lainnya.

3. Teknologi dan Peralatan
Teknologi berkaitan dengan kepandaian dan keterampilan orang dalam membuat atau melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup.Teknologi bermula dari bentuk yang sangat sederhana, lalu berkembang terus sesuai dengan perkembangan dan kemajuan zaman.
4. Kesenian
Hampir semua suku bangsa di Indonesia memiliki kesenian yang menjadi ciri khasnya.Kesenian dapat dikelompokan menjadi dua macam.

  • Kesenian yang dapat dinikmati oleh mata, misalnya seni patung, seni ukir, seni lukis, seni rias, seni tari, seni pedalangan (wayang), dan seni olahraga.
  • Kesenian yang dapat dinikmati oleh telinga, misalnya seni musik dan seni sastra. Setiap suku di Indonesia juga memiliki lagu daerah, alat musik, dan berbagai keseniannya sendiri-sendiri
5. Pengetahuan
Berbagai suku bangsa di Indonesia telah memiliki pengetahuan yang tinggi.Pengetahuan itu telah mereka terapkan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan hidup.Pengetahuan itu antara lain tentangalam sekitar, flora fauna, bahanbahan mentah, benda-benda di lingkungan alam, tubuh manusia, sifat dan kelakuan manusia, serta pengetahuannya tentang ruang dan waktu.
6. Sistem Kemasyarakatan
Sistem kemasyarakatan adalah pola hidup yang menjadi kebiasaan dan dianut serta telah menjadi
kebiasaan suatu masyarakat. Ada sistem perkawinan, sistem kekerabatan, dan sistem berperilaku dalam masyarakat.Contohnya, sistem marga pada suku Batak dan sistem trah pada suku Jawa.Kedua contoh ini merupakan sistem kekerabatan suku-suku tersebut.

7. Bahasa
Setiap suku bangsa mempunyai alat komunikasi sendiri-sendiri yang terkadang hanya dimengerti dan dipakai oleh suku itu sendiri.Itulah yang dinamakan dialek. Lalu, bagaimana suku-suku di Indonesia bisa berkomunikasi dengan suku yang lain?
Bentuk Karya Tari Berdasarkan Jumlah Penari
Jumlah penari dalam sebuah tarian berbeda-beda, ada tarian yang dibawakan oleh seorang penari saja dan ada yang dibawakan secara massal.
Tari Tunggal
Tari tunggal adalah tari yang dibawakan oleh seorang penari saja.Contohnya tari Gambyong dari Surakarta.Namun tari tunggal juga dapat ditarikan oleh banyak penari. Beberapa contoh tarian tunggal Nusantara antara lain :
  • Tari Kancet Ledo dari Kalimantan (Dayak Kenyah)
  • Tari Gandrung dari Banyuwangi Jawa Timur
  • Tari Taledhek dari Jawa timur
  • Tari Gambyong dari Jawa tengah
  • Tari Cokek dari Jawa tengah
  • Tari Batek baris dari Sumbawa
  • Tari Kancet papatai dari Kalimantan (Dayak kenyah)
  • Tari Kancet lasan dari Kalimantan (Dayak kenyah)
  • Tari Leleng dari Kalimantan
  • Tari Hudoq dari Kalimantan
  • Tari Persembahan dari Kutai Kertanegara
Tari Berpasangan
Tari ini ditarikan secara berpasangan oleh dua orang penari, pasangan bisa pria semua, wanita semua, ataupun pria dan wanita. Rangkaian gerak tari jenis berpasangan saling mengisi,melengkapi,dan terdapat interaksi dan respons gerak antar penarinya. Beberapa contoh tari berpasangan antara lain :
  • Tari Gandrung (Banyuwangi, Jawa Timur)
  • Tari Remo (Jawa Timur)
  • Tari salipuk (Nganjuk, Jawa Timur)
  • Tari Serampang dua belas (Sumatera Utara)
  • Tari Cokek (Betawi),
  • Tari Jaipong (Jawa Barat),
  • Tari Panji Asmara Bangun (yogyakarta),
  • Tari Oleg Tamulilingan, Tari Sekar Ibing, Tari Cendrawasih, Tari Joged Bumbung, Tari Legong Keraton (Bali),
  • Tari Payung (Sumatra Barat)
Tari Kelompok
Tari kelompok ditarikan oleh lebih dari dua orang penari. Gerak yang dilakukan oleh penari belum tentu sama, sebab setiap penari kadang-kadang mempunyai peran yang berbeda. Posisi penari pada saat menari juga diatur. Penari yang satu dengan yang lainya harus bisa bekerja sama. Contoh tarian kelompok antara lain:Tari Serimpi (Yogyakarta), Tari Datun (Kalimantan Timur), Tari Kecak, Tari Baris Gede, Pendhet (Bali). Tari Saman, Seudati (NAD), Tari Cakalele(Maluku), dan Tari Tor Tor(Sumatera Utara), Tari Poco-Poco(Sulawesi Utara), Tari Sajojo(Papua), Tari Kuda Lumping, Gambyong (Jawa Tengah).

Tugas!
 Latihan LKS Modul Tematik Tema 7 Subtema 2 Halaman 49

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) No.1 s.d 5
Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) No. 1 s.d 5

Silakan klik link di bawah ini untuk jawaban!

https://forms.gle/B5ipiGDKstk6Hurt6


Rabu, 03 Februari 2021

MATERI AJAR, 03 PEBRUARI 2021

 PEMBELAJARAN JARAK JAUH

 Hari/tanggal                  : Rabu, 3 Februari  2021

Kelas                        : V A

Tema 7                     : Peristiwa dalam Kehidupan

Subtema 2               :  Peristiwa Kebangsaan Seputar Proklamasi Kemerdekaan

 Pembelajaran          : 3

    

Tujuan Pembelajaran:

1.  1. Siswa dapat mengenal Proklamator Kemerdekaan Indonesia dengan penuh kepedulian.

2.    2. siswa dapat menyebutkan peristiwa-peristiwa heroik dalam menyambut Proklamasi Kemerdekaan dengan penuh tanggung jawab.

3.     3. siswa dapat mengidentifikasi nilai-nilai luhur dalam keragaman masyarakat dengan penuh kepedulian.

 4. siswa dapat mengetahui kegiatan-kegiatan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya yang menunjukkan nilai-nilai persatuan dalam keragaman dengan penuh tanggung jawab.

KD                               : Bahasa Indonesia(3.5), IPS(3.4), PPkn(3.3)

 

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa

 

 Anak-anak sudah siap belajar hari ini? 

Ayo, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu ya dengan sabun pada air mengalir sebelum dan sesudah memulai kegiatan! Nah, kalau sudah cuci tangan, mari kita bersiap memulai pembelajaran. Mari kita awali dengan membaca doa terlebih dahulu semoga kita selalu sehat dan diberikan kemudahan dalam melaksanakan kegiatan belajar hari ini! 

Mintalah bantuan kepada ayah/bunda untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran, ya!


Proklamator

Ir. Soekarno merupakan Presiden Pertama Republik Indonesia (RI) dan Pahlawan Proklamator. Beliau menjadi Presiden RI sejak tahun 1945 sampai dengan 1967. Ir. Soekarno dikenal pandai berpidato dan menguasai beberapa bahasa asing sehingga dijuluki sebagai “Singa Podium”. Ir.
 
Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 6 Juni 1901. Jenjang pendidikannya dimulai dari Indische School (IS) di Tulungagung. Setelah lulus, Soekarno melanjutkan pendidikannya di Europesche Lagene School (ELS) Mojokerto, Jawa Timur; Hogene Burger School (HBS) Surabaya; dan Technische Hogere School (THS), sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB), di Bandung, Jawa Barat, dan memperoleh gelar insinyur.

A. Ir Soekarno


B. Drs. Moh. Hata


Pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan disambut dengan penuh suka cita oleh seluruh rakyat di berbagai penjuru daerah. Peristiwa pembacaan Proklamasi memberikan semangat untuk melakukan perlawanan mengusir penjajah di berbagai daerah.

Tokoh yang sering dijuluki sebagai Bapak Proklamator Indonesia adalah Presiden pertama RI, SOEKARNO (dan juga HATTA). Julukan tersebut melekat lebih kuat pada Soekarno karena beliau yang membacakan naskah proklamasi untuk menyatakan kemerdekaan pertama kalinya.

Meski demikian, beberapa pihak juga menyebut julukan tersebut milik Hatta yang setia mendampingi Soekarno dalam peristiwa proklamasi. Meskipun pada kenyataannya di kemudian hari, Hatta lebih populer dengan julukan Bapak Koperasi Indonesia.

 

 

1.       Peristiwa Heroik di Yogyakarta
Perebutan kekuasaan di Yogyakarta dimulai pada tanggal 26 September 1945 sejak pukul 10.00 WIB. Para pegawai pemerintah dan perusahaan yang dikuasai Jepang melakukan aksi mogok. Mereka menuntut agar Jepang menyerahkan semua kantor kepada pihak Indonesia.

2. Peristiwa Heroik di Surabaya
Terjadi insiden bendera di Hotel Yamato, Tunjungan, Surabaya. Orang Belanda mengibarkan bendera
Merah Putih Biru di atap hotel. Rakyat kemudian menyerbu hotel, menurunkan, dan merobek warna
biru bendera itu untuk dikibarkan kembali. Insiden ini terjadi pada tanggal 19 September 1945.

3. Peristiwa Heroik Semarang
Pada tanggal 15 Oktober 1945, pasukan Jepang melakukan serangan ke Kota Semarang dan dihadapi oleh TKR dan laskar pejuang lainnya. Pertempuran berlangsung selama lima hari. Akibat pertempuran ini, ribuan pemuda gugur dan ratusan orang Jepang tewas. Untuk mengenang peristiwa itu, di Semarang didirikan Monumen Tugu Muda.

 4. Peristiwa Heroik Aceh

Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda dari tokoh masyarakat membentuk Angkatan Pemuda Indonesia (API). Anggota API kemudian merebut dan mengambil alih kantor-kantor pemerintahan. Di tempat-tempat yang telah mereka rebut, para pemuda mengibarkan bendera Merah Putih dan berhasil melucuti senjata tentara Jepang.

5. Peristiwa Heroik Bali
Pada bulan Agustus 1945, pemuda Bali membentuk organisasi Angkatan Muda Indonesia (AMI) dan Pemuda Republik Indonesia (PRI). Upaya perundingan untuk menegakkan kedaulatan RI telah mereka upayakan, tetapi pihak Jepang selalu menghambat. Pada tanggal 13 Desember 1945, para pemuda merebut kekuasaan dari Jepang secara serentak, tetapi belum berhasil karena persenjataan Jepang masih kuat.

6. Peristiwa Heroik di Sumbawa
Bentrokan fisik antara pemuda dan Jepang terjadi di Gempe, Sape, dan Raba.

7. Peristiwa Heroik di Kalimantan
Rakyat Kalimantan juga berusaha menegakkan kemerdekaan dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih, memakai lencana Merah Putih, dan mengadakan rapat-rapat. Namun, kegiatan ini dilarang oleh pasukan Sekutu yang sudah ada di Kalimantan. Rakyat tidak menghiraukan larangan Sekutu sehingga pada tanggal 14 November 1945 di Balikpapan (depan markas Sekutu) berkumpul lebih kurang 8.000 orang dengan membawa bendera Merah Putih.

8. Peristiwa Heroik di Palembang
Adanya upacara pengibaran bendera Merah Putih pada tanggal 8 Oktober 1945 yang dipimpin oleh dr. A.K. Gani. Pada kesempatan itu, diumumkan bahwa Sumatra Selatan berada di bawah kekuasaan RI. Upaya penegakan kedaulatan di Sumatra Selatan tidak memerlukan kekerasan karena Jepang berusaha menghindari pertempuran.

9. Peristiwa Heroik di Makassar
Gubernur Sam Ratulangi menyusun pemerintahan pada tanggal 19 Agustus 1945. Sementara itu, para pemuda bergerak untuk merebut gedung-gedung penting seperti stasiun radio dan tangsi polisi.

Ayo Berlatih
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!

  1. Bagaimanakah reaksi rakyat Indonesia menyambut Proklamasi Kemerdekaan? Munculnya tindakan heroik mendukung Proklamasi dan usaha menegakkan kedaulatan terjadi di berbagai daerah.
  2. Apa yang terjadi di Hotel Yamato Surabaya pada tanggal 19 September 1945? Orang Belanda mengibarkan bendera Merah Putih Biru di atap hotel. Rakyat kemudian menyerbu hotel, menurunkan, dan merobek warna biru bendera itu untuk dikibarkan kembali.
  3. Peristiwa apa yang melatarbelakangi dibangunnya Tugu Muda di Semarang? Pada tanggal 15 Oktober 1945, pasukan Jepang melakukan serangan ke Kota Semarang dan dihadapi oleh TKR dan laskar pejuang lainnya. Pertempuran berlangsung selama lima hari. Akibat pertempuran ini, ribuan pemuda gugur dan ratusan orang Jepang tewas.
  4. Mengapa pemuda Bali melakukan perlawanan terhadap Jepang? Karena pihak Jepang selalu menghambat upaya perundingan untuk menegakkan kedaulatan RI.
  5. Apa yang dilakukan oleh rakyat Kalimantan dalam menyambut Proklamasi Kemerdekaan? Rakyat Kalimantan juga berusaha menegakkan kemerdekaan dengan cara mengibarkan bendera Merah Putih, memakai lencana Merah Putih, dan mengadakan rapat-rapat.

Semua orang sangat antusias mendengar dan menyambut berita mengenai proklamasi karena proklamasi adalah peristiwa di mana rakyat Indonesia merdeka, terbebas dari penjajahan, serta bisa berdiri sendiri!


Seluruh rakyat di berbagai daerah dari berbagai suku, agama, dan golongan penuh suka cita menyambut dan merayakan Proklamasi Kemerdekaan. Semua bersatu padu dan lebur saling bahu-membahu melakukan perlawanan terhadap penjajah. Semua menunjukkan rasa persatuan dan kesatuan, tidak lagi memikirkan kedaerahan, suku, agama, dan golongan. Hanya ada satu identitas, yaitu Indonesia.

Kamu harus menyadari perbedaan itu anugerah dari Tuhan Yan Maha Esa yang harus kita syukuri. Dengan demikian, kamu tidak perlu berselisih hanya karena adanya perbedaan. Kamu harus mensyukuri perbedaan dengan cara menghormati dan menghargai teman-temanmu. Dengan begitu, perbedaan itu justru membuat hidup makin indah.

1. Indahnya Hidup Berbhinneka
Perhatikan lambang negara kita, Burung Garuda. Lihatlah pita yang dicengkeramnya. Pada pita itu, tertulis kalimat “Bhinneka Tunggal Ika”. Kalimat tersebut diambil dari Kitab Sutasoma karangan Mpu Tantular, yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu. Kata-kata tersebut kemudian diberi makna yang lebih luas dan menjadi semboyan “meskipun berbeda-beda, tetapi tetap satu jua”. Semboyan itulah kemudian yang mengikat keberagaman bangsa menjadi satu kesatuan.

Ketika bergaul dengan teman dalam kehidupan sehari-hari, tentu kamu akan bertemu dengan keanekaragaman. Kamu akan berbeda dengan teman-temanmu. Mungkin kamu dengan temanmu berbeda dalam kepandaian, keterampilan, hobi, ukuran tubuh, warna kulit, kebiasaan, bahkan suku, golongan, budaya, dan agama. Lalu, bagaimana kamu harus bersikap?

Untuk menerapkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, kamu pun tidak perlu harus meniru temanmu atau orang lain agar terlihat sama. Kamu tidak harus seperti orang lain. Biarlah kamu berbeda dengan orang lain dan orang lain biarlah berbeda dengan dirimu.

2. Indahnya Hidup Bersatu dalam Perbedaan
Kita tidak dapat hidup sendiri. Kita membutuhkan bantuan orang lain. Demikian pula, kita juga dapat membantu orang lain. Dengan saling membantu di tengah masyarakat, hidup akan terasa aman, nyaman, dan tenteram.

Misalnya, dalam bidang keamanan masyarakat. Untuk menjaga keamanan masyarakat, setiap anggota masyarakat wajib melaksanakan ronda sesuai jadwal. Semua mendapat kewajiban yang sama, tidak memandang dia kaya atau miskin, tidak pula memandang asal suku dan agama. Dengan demikian, di masyarakat, akan tercipta keamanan dan ketertiban. Itulah salah satu arti pentingya persatuan dalam perbedaan..

Ayo Mengamati
1. Ayo, amati berbagai keberagaman yang ada di kelasmu. Tuliskan pada tabel berikut. (sekedar contoh)

No.

Nama Teman

Identitas dan Ciri Khas

Ciri Fisik

Suku

Agama

Warna
Kulit

Bentuk Rambut

Ukuran
Tubuh

Jenis Kelamin

1.

Wawan

Sawo Matang

Lurus

Sedang

Pria

Sunda

Islam

2.

Sutrisno

Sawo Matang

Keriting

Besar

Pria

Jawa

Islam

3.

Siti

Kuning Langsat

Lurus

Kecil

Wanita

Jawa

Islam

4.

Yongki

Kuning Langsat

Lurus

Sedang

Pria

Tionghoa

Khonghucu

5.

Risnawati

Sawo Matang

Lurus

Kecil

Wanita

Minang

Islam

6.

David

Kuning Langsat

Lurus

Sedang

Pria

Jawa

Kristen

7.

Jajang

Sawo Matang

Lurus

Besar

Pria

Sunda

Islam

8.

Sasongko

Sawo Matang

Keriting

Sedang

Pria

Jawa

Islam

9.

Sutisna

Sawo Matang

Lurus

Kecil

Pria

Sunda

Islam

10.

Sulastri

Sawo Matang

Lurus

Sedang

Wanita

Jawa

Islam


2. Bagaimanakah menciptakan kerukunan dalam kelasmu? Tuliskan pada kolom berikut!
Kerukunan di dalam kelas dapat diciptakan dengan cara :

  • Saling menghormati dan menghargai
  • Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan agama, suku, serta ras.
  • Tolong menolong dan saling membantu
  • Mensyukuri perbedaan yang ada sebagai anugrah Tuhan.
  • Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan kekayaan (status sosial0.


Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman. Dengan perbedaan yang dimiliki, baik suku bangsa, ras, agama dan budaya, mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang unik, yang selalu menjunjung tinggi kerukunan dalam hidup bermasyarakat. Untuk itulah semua pihak terkait bersinergi, bahu membahu, mengupayakan terciptanya kerukunan hidup antar masyarakat, seperti yang digambarkan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
 

Untuk lebih jelasnya yuk sama-sama kita simak video berikut ini!



 TUGAS HARI INI

Tulis dibuku latihanmu dengan huruf tegak bersambung beri nama lengkap dan nomor absen!


Plihlah jawaban yang kamu anggap tepat!


1. Semboyan Bhineka Tunggal Ika diambil dari sebuah kitab yang bernama … .

a. Mahakarya

b. Wardhana

c. Sutasoma

d. Sansekerta


2. Manusia selalu membutuhkan bantuan manusia lainnya,. Atau manusia di sebut makhluk …. .

a. Individu

b. Bersama

c. Sosial

d. Material



3. Teks peroklamasi dibacakan oleh Ir Soekarno.

Kosakata baku pada kata peroklamasi adalah … .

a. Peroklamasi

b. Prokelamasi

c. Proklamasi

d. Perokelamasi


4. Peristiwa rengasdengklok terjadi pada …

a. 14 agustus 1945

b. 15 agustus 1945

c. 16 agustus 1945

d. 17 agustus 1945

5. Kalimat "Bhineka Tunggal Ika" pada lambang negara Indonesia diambil dari kitab sutasoma karangan......


a. Mpu Gandring
b. Mpu Tantular
c. Patih Gaja mada
d. Pangeran Diponegoro

6. Makna yang dapat diambil dengan adanya persatuan dan kesatuan dalam masyarakat adalah.....

a. Terjadinya perselisihan
b. Terjadinya kerusuhan antar warga
c. Timbulnya pertengkaran dalam Masyarakat
d. Terciptanya Keamanan dan Ketertiban dalam Masyarakat

7. Menghormati orang lain yang sedang menjalankan ibadah sesuai dengan pengamalan nilai pancasila yaitu......

a. Ketuhanan Yang Maha Esa
b. Kemanusiaan Ynag Adil dan Beradab
c. Persatuan Indonesia
d. Keadilan Sosia bagi Seluruh Rakyat Indonesia

8. Sikap Yang tidak sesuai dengan niai-nilai pancasila adalah.....

a. Menolong teman yang berbeda suku
b. Membanggakan suku daerah sendiri
c. Menghormati orang yang sedang beribadah
d. Menghargai perbedaan pendapat

9. Indonesia terdiri atas keberagaman suku, agama, Budaya dan istiadat. Dengan perbedaan itu Indonesia Masih tetap bersatu karena Negara Indonesia Memiliki semboyan......

a. Tut wuri Handayani
b. Ing Ngarso sung tulodo
c. Bhineka Tunggal Ika
d. Ing Madya Mangun Karsa

 10.  Pahlawan Proklamator yang di juluki Singa Podium ialah.......

a. Drs. Moh. Hatta
b. Ir . Soekarno
c. Ahmad Subardjo
d. Sutan Syahrir

Selasa, 02 Februari 2021

 PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Hari/tanggal    :    Selasa, 2 Februari 2021

Kelas                  :     V A

Tema 7                :      Peristiwa Dalam Kehidupan

Subtema  2          :     Peristiwa  kebangsaan seputar proklamasi kemerdekaan


Pembelajaran        :   2


Tujuan pembelajaran tema  :  siswa mampu menjelaskan Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi

Tujuan Pembelajaran Matematika :  menghitung volume kubus dengan rumus baku




 Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa

Anak-anak sudah siap belajar hari ini?
Ayo, jangan lupa cuci tangan terlebih dahulu ya dengan sabun pada air mengalir sebelum dan sesudah memulai kegiatan! Nah, kalau sudah cuci tangan, mari kita bersiap memulai pembelajaran


Mintalah bantuan kepada ayah/bunda untuk mendampingi Ananda selama melakukan kegiatan pembelajaran, ya!

Jangan lupa ucapkan TOLONG bila minta bantuan, ucapkan MAAF apabila melakukan kesalahan, dan ucapkan TERIMA KASIH setelah mendapatkan bantuan!



Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa 


Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi


Setelah mendengar berita Jepang menyerah kepada Sekutu, bangsa Indonesia mempersiapkan dirinya untuk merdeka. Perundingan-perundingan diadakan di antara para pemuda dengan tokoh-tokoh tua, maupun di antara para pemuda sendiri. Walaupun demikian, antara tokoh pemuda dan golongan tua sering terjadi perbedaan pendapat. Akibatnya, terjadilah “Peristiwa Rengasdengklok”. Pada tanggal 16 Agustus pukul 04.00 WIB, Bung Hatta dan Bung Karno beserta Ibu Fatmawati dan Guntur Soekarno Poetra dibawa pemuda ke Rengasdengklok agar tidak terpengaruh oleh Jepang. Tujuannya mendesak golongan tua untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Adapun peristiwa setelah dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan sebagai berikut.
1. Penyebaran Berita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

1. Para pemuda menyebarkan berita Proklamasi melalui berbagai cara, antara lain menyebar pamflet, mengadakan pertemuan, dan menulis pada tembok-tembok.

2. Wartawan Kantor Berita Domei (sekarang Kantor Berita Antara), Syahruddin berhasil menyelundupkan teks Proklamasi dan diterima oleh Kepala Bagian Radio, Waidan B. Palenewen. Teks Proklamasi tersebut kemudian diberikan kepada F. Wuz untuk segera disiarkan melalui radio.

3. Berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian Soeara Asia di Surabaya adalah koran pertama yang menyiarkan berita Proklamasi.

4. Pihak pemerintah Republik Indonesia juga menugaskan para gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 September 1945 untuk menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di wilayahnya.


2. Sambutan Rakyat di Berbagai Daerah terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Peristiwa penting yang menunjukkan dukungan rakyat secara spontan terhadap Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain sebagai berikut.

1. Rapat Raksasa di Lapangan lkada (Ikatan Atletik Djakarta) Jakarta pada tanggal 19 September 1945 menyambut kemerdekaan.

2. Usaha menegakkan kedaulatan juga terjadi di berbagai daerah dengan adanya tindakan heroik di berbagai kota yang mendukung Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, antara lain di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Aceh, Bali, Palembang, Kalimantan, Bandung, Makassar, Lampung, Solo, Sumatra Selatan, dan Sumbawa
Ayo Berlatih
Ayo, temukan kosakata baku dan tidak baku pada bacaan yang berjudul “Peristiwa Menjelang dan Sesudah Pembacaan Teks Proklamasi”. Kemudian, carilah arti katanya di Kamus Besar Bahasa Indonesia, bertanya kepada guru atau berdiskusi.





 

 Bentuk Tari Tunggal, Berpasangan dan Berkelompok

Gerak tari adalah serangkaian gerakan indah dari dalam tubuh manusia. Penampilan gerak tari akan terasa lebih indah jika ada iringan musiknya. Musik dan tari merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Musik dapat mengatur tempo gerak, sebagai pengiring, memberikan suasana, dan sebagai ilustrasi untuk mempertegas ekspresi gerak. Selain musik atau iringan tarinya, keindahan gerak tari juga dapat dilihat dari pola lantai saat penari memperagakan gerak tari.

Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan pola lantai? Pola lantai adalah garis-garis di lantai yang dilalui oleh penari dari perpindahan tempat satu ke tempat lain pada saat melakukan gerak tari. Menurut jenisnya, ada tiga bentuk karya tari yang perlu kamu ketahui sebelum kita lebih lanjut membahas tentang pola lantai. Ada bentuk karya tari tunggal, karya tari berpasangan, dan bentuk tari kelompok.

 

Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ )

Hari/tanggal        : Selasa2 Februari  2021

Kelas                     V

Materi : Volume Bangun ruang Kubus

Tujuan    : siswa dapat menghitung volume kubus dengan hitungan satuan baku

 Matematika







Kerjakan Soal Diatas dibuku jangan lupa beri nama dan no.absen kemudian kirim d clasroom MTK ya kids!!

Selamat Mengerjakan 

Kamis, 16 Mei 2024

    Assalamu'alaikum wr wb... Apa kabar anak-anak bu guru di rumah ? semoga anak sholih sholihah semua selalu dalam keadaan sehat wal’af...